Perlu Diingat jangan memasukan artikel terkait pornografi

 Tata cara pengiriman
-Tuliskan judul artikel pada kolom judul
-Tuliskan nama anda pada kolom karya





Judul artikel

Isi artikel

Karya

Image Verification
captcha
Please enter the text from the image:
[ Refresh Image ] [ What's This? ]


Ujian Nasional (UN), apa seh yang membuat menakutkan dari Kata “UN”? Beberapa kali menjadi pengawas Tim Pengawas Independen Ujian Nasional (TPI). Sepertinya sekolah dan siswa tidak perlu riasu dengan UN ini. UN secara singkat merupakan proses yang harus dikuti untuk mencapai kelulusan. Terlepas antara pro dan kontra tentang UN, setidaknya ini merupakan solusi terbaik yang bisa digunakan saat ini untuk menguji “tingkat penddikan secara nasional”. Disamping itu tidak dipungkiri juga masiha da kelemahan dari sistem UN.

Persiapan bagi sekolah penyelenggara saya rasa tidak begitu masalah, Aturan penyelenggaraan biasanya sudah jelas dan mudah dibaca. Meskipun hal yang rutin setidaknya perlu dilakukan semacam simulasi untuk menuju penyelenggaraan UN yang berhasil. Oya, peran penyelenggaran juga perlu meyiapkan siswa didik secara mental “siap” menhadapi UN.
Persipan untuk Peserta (siswa) pastinya harus Berusaha dan berdoa. Belajar  secara rutin dan kontinyu, tidak bisa hanya mengadalkan sistem belajar kebut semalam (SKS /Sistem Kebut Semalam). Masih ada waktu belajar yang cukup kalaupun anda baru memulai pada hari ini.
Program bimbingan juga bisa menajdi alternatif yang baik untuk memberikan bimbingan dan arahan termasuk strategi dalam penyelesain soal dihadapkan dengan waktu. Ilmu ini mungkin yang jarang didapatkan dibangku sekolah.
Belajar secara berkelompok akan lebih baik, saling berlomba dan membantu dalam menyelesaikan permasalahn terkait dengan soal (sontoh soal). Jika ada yang bisa memandu tentunya jauh lebih baik, bisa mendapatkan solusi dengan lebih cepat.
Belajar dari Kisi-ksis soal Ujian Sebelumnay atau soal-soal latihan yang relevan juga merupakan metode yang cukup baik. Setidaknya untuk mengasah dan melatih kita dengan berbagai karakteristik soal yang berbeda.  Sudah ada internet, tidak ada salahnya gunakan internet untuk mencari Kisi-ksis soal Ujian.

Sumber : Sedayu Dot Net
(Persiapan Menghadapi Ujian Nasional)

Pada tanggal 13 Oktober 2009, Bambang Sudibyo sebagai Mendiknas –sebelum diganti oleh Mohammad Nuh– telah mengeluarkan empat paket Peraturan Menteri yang berkaitan dengan Ujian Nasional Tahun 2009/2010, yakni:

1. Peraturan Mendiknas Nomor 74 Tahun 2009 tentang Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar Luar Biasa (SD/MI/SDLB) Tahun Pelajaran 2009/2010 (unduh).
2. Peraturan Mendiknas Nomor 75 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun Pelajaran 2009/2010 (unduh).
3. Peraturan Mendiknas Nomor 76 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Program Paket C Kejuruan Tahun 2010 (unduh).
4. Peraturan Mendiknas Nomor 77 Tahun 2009 tentang Ujian Nasional Program Paket A, Program Paket B, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan Tahun 2010 (unduh).

Secara substansial, ketentuan UN 2009/2010 tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan ketentuan UN 2008/2009, baik Standar Kompetensi Lulusan maupun ketentuan kelulusan. Berikut ini petikannya:

Pasal 5

1. UN Tahun Pelajaran 2009/2010 dilaksanakan dua kali yaitu UN utama dan UN ulangan.
2. UN utama untuk SMA/MA, SMALB, dan SMK dilaksanakan pada minggu ketiga Maret 2010.
3. UN utama untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan satu kali pada minggu keempat Maret 2010.
4. UN susulan dilaksanakan satu minggu setelah UN utama.
5. Ujian praktik kejuruan untuk SMK dilaksanakan sebelum UN utama.

Pasal 6

1. UN Ulangan untuk SMA/MA, SMALB, dan SMK dilaksanakan minggu kedua Mei 2010.
2. UN Ulangan untuk SMP/MTs dan SMPLB dilaksanakan minggu ketiga Mei 2010.

Pasal 7

Mata pelajaran yang diujikan pada UN:

1. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPA, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi;
2. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program IPS, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi;
3. Mata Pelajaran UN SMA/MA Program Bahasa, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Bahasa Asing lain yang diambil, Sejarah Budaya/Antropologi, dan Sastra Indonesia;
4. Mata Pelajaran UN MA Program Keagamaan, meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Tafsir, Hadis, dan Fikih;
5. Mata Pelajaran UN SMK meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Teori Kejuruan;
6. Mata Pelajaran UN SMALB meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika; dan
7. Mata Pelajaran UN SMP/MTs, dan SMPLB meliputi: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Pasal 8
Standar Kompetensi Lulusan Ujian Nasional (SKLUN) Tahun Pelajaran 2009/2010 merupakan irisan (interseksi) dari pokok bahasan/sub pokok bahasan Kurikulum 1994, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2004, dan Standar Isi.

Pasal 20
(1) Peserta UN SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut:

* memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya;
* khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung rata-rata UN.

(2) Pemerintah daerah dan/atau satuan pendidikan dapat menetapkan batas kelulusan di atas nilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sebelum pelaksanaan UN.
(3) Peserta UN diberi surat keterangan hasil ujian nasional (SKHUN) yang diterbitkan oleh sekolah/madrasah penyelenggara.

Ketentuan tersebut jelas mematahkan opini yang selama ini berkembang di kalangan pendidik bahwa akan terjadi perubahan mendasar tentang SKL yang diduga murni mengacu pada standar isi. Demikian juga halnya dengan kriteria kelulusan. Dugaan tentang kenaikan kriteria kelulusan ternyata juga tidak terbukti. Yang sedikit agak berbeda mungkin waktu pelaksanaan UN yang biasanya berlangsung pada bulan April. Untuk tahun 2009/2010,UN utama dilaksanakan pada bulan Maret 2010. ***

Sumber : MGMP BAHASA INDONESIA SMP KABUPATEN KENDAL JAWA TENGAH
(Permendiknas tentang Ujian Nasional Tahun 2009/2010)

Join now in Patric group